ASSALAMUALAIKUM ............................

SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI SEMOGA SEMUA YANG ADA DALAM BLOG INI DAPAT BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA AMINNN

Wajib buat yang Ingin Lancar Berbahasa Inggris...Simpel N Praktis...Buktikan!!!!

BelajarInggris.Net 486x60

Rabu, 12 Oktober 2011

Pendeta pembakar Al Quran tewas terpanggang di mobilnya

Pendeta pembakar Al Quran tewas terpanggang di mobilnya Jakarta-Yustisi.com: 
Beredar kabar bahwa pendeta pembakar Al Quran, Bob Old, tewas terpanggang dalam sebuah kecelakaan mobil, pada Senin (20/9) pagi waktu Tennesse, Amerika Serikat.
“Pendeta  Bob dari Tennesse AS yang bakar Quran, mati terpanggang dalam kecelakaan mobilnya yang fatal,” demikian kutipan dari www.firetrainingsite.com/article-pastor-bob-old-died-in-a-car-crash-sky-news.html, Senin (20/9).

Selain itu, ada beberapa situs berita yang mengabarka tewasnya Bob itu. Situs itu adalah Pastor Bob Old Died In A Car Crash (Sky News, Pastor Bob Old Tewas dalam Kecelakaan Mobil, Sky News, Pastor Bob Old Of Tennessee (www.turntoislam.com), Sky News This Morning,  dan Pendeta Pembakar Alquran Tewas Terpanggang? (okezone.com).
Menurut turntoislam.com, pendeta Bob Old dari Tennessee yang terlibat dalam pembakaran Alquran akhir minggu lalu, mengalami kecelakaan fatal pagi ini. Dia langsung meninggal di tempat. Di dalam kendaraannya, Polisi  menemukan sebuah kotak dan Alquran dalam kompartemen sarung tangannya. ri

Terkuak Sudah! Paus Lecehkan Islam Karena 30 Pendeta VATIKAN Masuk Islam!!

Meski Paus VATIKAN Lecehkan Islam, 3220 Umat Kristiani KENYA Nyatakan Masuk Islam!!
 Seorang jurnalis terkenal Arab Saudi, Isham Mudir yang dikenal memiliki hubungan yang sangat kental dengan mendiang da’i Islam terkenal, Ahmad Deedat, seorang Kristolog terkemuka menegaskan, statement-statement Paus VATIKAN, Benediktus XVI yang melecehkan Islam baru-baru ini dikeluarkan karena sejumlah besar pendeta di dalam VATIKAN yang mencapai 30 orang telah masuk Islam.!!??



Jurnalis Arab Saudi itu menjelaskan, para pendeta tersebut sekarang ini tengah disidang dan diinterogasi secara ketat guna diberikan sanksi dan pengusiran dari gereja. Demikian seperti yang dilansir Badan Penerangan Islam Internasional. Isham Mudir saat ini mengepalai sebuah Media Center yang membidangi manejemen dialog dengan barat dan pengenalan Islam. Lembaga ini didirikannya pada bulan Desember tahun 2005 pasca kasus pemuatan karikatur pelecehan terhadap Nabi SAW oleh sebuah media massa Denmark. Lembaga ini ia beri nama ‘Dar el-Bayyinah’.

Seperti diketahui, Paus VATIKAN telah menukil ucapan-ucapan pemimpin imperium Byzantium yang menyebut Nabi SAW sebagai orang yang datang ke dunia dengan kejahatan dan bertindak tidak manusiawi.!!??

Isham juga menyingkap, pasca kasus karikatur Denmark yang melecehkan Nabi SAW itu, dirinya telah meminta pemerintah Denmark untuk mempertemukannya dengan para redaktur surat-surat kabar dan pemimpin media massa di sana guna berdialog seputar karikatur tersebut namun permintaannya tersebut ditolak mentah-mentah.!! (ismo/AH)

http://www.alsofwah.or.id/?pilih=lihatakhbar&id=510

Meski Paus VATIKAN Lecehkan Islam, 3220 Umat Kristiani KENYA Nyatakan Masuk Islam!!
Sekalipun berbagai pelecehan diarahkan pemimpin spitual Vatikan, Benediktus XVI baru-baru ini terhadap Islam, namun realitasnya, umatnya sendiri menganggap kosong ucapannya tersebut dan mereka dengan berbondong-bondong malah memeluk agama Islam.!!

Kenyatan pahit bagi sang paus tersebut terjadi di KENYA di mana sekitar 3220 penganut Kristen masuk Islam di tangan para Da’i jebolan fakultas Syari’ah dan Dirasat Islamiah yang dikelola oleh Lembaga Muslim Afrika.

Seperti yang dilansir kantor berita Islam, para ‘muallaf’ tersebut sebelumnya mengikuti training pengajaran agama Islam yang diadakan di kawasan timur Kenya, kawasan pantai dan kawasan tengah dan barat.

Sementara itu di tempat lain, tepatnya di kota Rafha, sebelah utara Kerajaan Arab Saudi, sekitar 143 orang menyatakan masuk Islam. Keislaman para muallaf yang terdiri dari berbagai kewarganegaraan itu dimeriahkan dengan sebuah pesta kehormatan untuk mereka. Mereka masuk Islam sepanjang tahun lalu. Di kota itu sendiri, sepanjang 4 tahun yang lalu telah masuk Islam sekitar 413 orang dari berbagai kewarganegaraan.

Yang lebih pantastis lagi adalah realitas yang terjadi di Mesir di mana disebutkan, perguruan tinggi Islam tertua, al-Azhar asy-Syarif setiap harinya menerima puluhan orang yang menyatakan masuk Islam dari berbagai kewarganegaraan. Mereka telah rela menjadikan Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad SAW sebagai Rasul.

Para pemeluk Islam baru tersebut menegaskan, di bawah naungan Islam mereka baru menemukan agama yang sesuai dengan tuntutan fitrah yang suci dan akal sehat. Islam-lah sesungguhnya agama perdamaian itu.!!

Seperti diketahui, pemimpin Vatikan telah menukil ucapan-ucapan pemimpin imperium Byzantium yang menyebut Nabi Muhammad SAW sebagai orang yang tidak datang ke dunia ini selain sebagai orang ‘jahat’ dan tidak manusiawi. Statement yang disampaikan di hadapan jema’at ini tak ayal menimbulkan ketersinggungan umat Islam di seantero dunia. Mereka menuntut paus untuk meminta ma’af secara terang-terangan sebelum mengajak berdialog. Hingga kini, polemik ini masih terus terjadi di mana sang paus kembali menunjukkan kesombongannya untuk tidak mau meminta ma’af bahkan menuding ada pihak yang telah memelintir ucapannya.!!?? (ismo/AS)

http://www.alsofwah.or.id/?pilih=lihatakhbar&id=509
http://www.islamicnews.org.sa/en/search1.php?misc=search&subaction=showfull&id=1159119998&archive=&cnshow=news&start_from

BENARKAH WILL SMITH MUALLAF ?

Muhammad Ali dan Keislaman Will Smith..


Man in Black I & II bolehlah menjulangkan karir dan pundi-pundi Will Smith. Tapi hanya mantan petinju legendaris pengidap parkinson yang mampu mengubah jalan hidupnya.
-----------------------------------------------------------------------------------------
Willard Christopher Smith Jr, atau yang lebih dikenal sebagai Will Smith, kini sudah memiliki segalanya – karir, popularitas, kekayaan dan keluarga bahagia, padahal usianya belum genap 34 tahun. Dalam 10 tahun terakhir, hanya Smith yang mampu menembus tiga puncak karir yang sangat diidamkan para selebritis Amerika: film, televisi dan musik. Dari film saja ia telah menangguk 100 juta dolar AS, dan kini berkat kehebatan aktingnya, ia bersanding bersama jajaran bintang yang dibayar 20 juta dolar AS per film.


Namun semua pencapaian itu Smith anggap biasa-biasa saja, sesuatu yang pernah digapai dan bahkan dilampaui orang lain. Bukan pula pencapaian itu yang kemudian membuat filosofi dan jalan hidupnya kini berubah, melainkan Muhammad Ali dan Islam. “Saya makin mengerti bahwa Ali bukan hanya seorang muslim, tapi hamba Tuhan sejati. Dia hanya segelintir orang yang berani berkata lantang, ‘saya muslim’, dan ia diterima kalangan mana pun. Hidupku benar-benar berubah, bak manusia yang lahir kembali, setelah memerankan Ali,” kata Smith.

Awalnya, selama delapan tahun, Smith selalu menolak memerankan Ali, yang dijulukinya “tokoh terbesar dalam 100 tahun terakhir”. Ia khawatir perannya di film malah akan menjatuhkan pamor legenda hidup itu, meskipun sang sutradara, Michael Mann, terus meyakinkannya bahwa ia mampu. Smith pun menyambangi Denzel Washington, peraih Oscar tahun ini yang pernah memerankan tokoh Black Muslim Malcom X. “Jangan ragu, ambilah. God bless you, man,” saran Denzel.

Jadilah, hampir dua tahun Smith berlatih keras, fisik dan mental. Berlatih tinju membuat badannya membentuk, dan beratnya bertambah 30 pound. Ia pun mengasah aksen Louisville, Kentucky, tempat Ali dibesarkan. Smith juga menyelami setiap detil jiwa dan kehidupan Ali, mulai dari cara makan, sikap politik, hingga bagaimana ia memandang dunia, dan lebih penting lagi, aspek spiritualitasnya, terutama momen-momen yang membuatnya memeluk Islam dan mengganti nama Cassius Clay menjadi Muhammad Ali.

Upaya keras itu tak sia-sia. Ali sendiri mengakui hasilnya. “Bahkan kukira, Smith adalah aku waktu muda,” kata Ali. Berkat perannya, Smith menjadi nominator penerima Oscar kategori aktor terbaik tahun ini, meskipun penghargaan akhirnya jatuh ke tangan Denzel Washington. “Ini peran paling sempurna yang pernah kujalani, dan menguras seluruh kemampuanku. Rasanya sulit kubayangkan akan mengalami yang lebih hebat dari film Ali,” kata Smith.

Lebih dari itu, “pengembaraannya” bersama Ali membuahkan perubahan besar dalam diri Smith. Berkaca pada kekukuhan Ali membela hak-hak sipil, dan menentang wajib militer untuk berperang di Vietnam meskipun membuatnya dipenjarakan, Smith menjadi kian menyadari tentang hak-hak politik, khususnya warga kulit hitam yang selama ini terpinggirkan.

Dan puncak kekaguman Smith adalah terhadap konsep, hasrat dan ketergantungan Ali pada Tuhan. Di mata Smith, Ali yang selama berkarir di atas ring selalu mengklaim sebagai the greatest (yang terbesar), ternyata sangat bergantung, dan menerima dengan senang, apa pun yang diberikan Tuhan. “Komitmen dan kemampuannya bercengkrama dengan kehidupan, bersandar pada hubungannya yang sangat erat dengan Tuhan,” kata Smith.

Lalu, benarkah Will Smith memeluk Islam setelah berkelana dalam spiritualitas Ali? Kabar ini memang santer bergaung ke seluruh jagat. Di sejumlah milis groups, baik yang berbasis di Pakistan, India, dan Oman, keislaman Smith menjadi buah bibir dan bahan diskusi panjang para netters. Adalah beberapa teman dekat Smith yang mengungkap bahwa suami Jada Pinkett ini masuk Islam, dan kini makin serius mendalami ajarannya.

Kabar ini, November 2001, kemudian kian santer setelah sejumlah pemimpin organisasi Islam Amerika mengucapkan selamat atas keislaman Smith. Direktur Asosiasi Muslim Amerika Utara, Sofyan Zakkout mengaku gembira, dan menganggap masuk islamnya lelaki kelahiran Philadelphia ini akan meningkatkan moral umat muslim Amerika yang tengah dilanda ujian pasca tragedi 11 September 2001. “Islam adalah agama damai. Jika orang-orang baik seperti Ali dan Smith bisa mengemban pesan-pesan perdamaian Islam, sungguh sangat menggembirakan,” kata Zakkout.

Secara eksplisit, Smith sendiri belum pernah membuka status keislamannnya di hadapan publik. Inilah yang kemudian membuat ragu sejumlah pihak, dan bahkan ada pula yang meralat berita tersebut. Dalam sebuah tulisan berjudul Famous Convert to Islam, tentang tokoh terkenal yang memeluk Islam, misalnya, disebutkan bahwa kabar itu hanya rumor, persis seperti kabar burung tentang Islamnya Neil Amstrong, Michael Jackson dan Jacques Cousteau.

Terlepas dari benar-tidaknya kabar tersebut, agama Islam sebetulnya bukanlah hal asing bagi Smith. Meski tumbuh sebagai anak baptis dari pasangan Willard C. Smith Sr. dan Caroline, namun tujuh dari sepuluh kawan mainnya masa kanak-kanak, adalah muslim. Dan kini, menurut sejumlah kawan dekatnya, Smith selalu menyimpan Al-Qur’an dan sajadah di rumahnya. Kedua anaknya pun – Willard C. Smith III dan Jaden Christopher Syre Smith, dibiarkan bersahabat dengan sejumlah anak-anak muslim.

Sebelum memerankan Ali, Smith berguru secara intensif tentang ajaran dan sejarah klasik Islam pada Syekh Munir. Ia juga mengkaji lebih serius sejarah Islam Amerika, termasuk musabab terjadinya perpecahan antara Nation of Islam dan Malcom X, serta konteks keislaman lokal, yang banyak mempengaruhi kehidupan Ali.

Kini, Smith selalu membela Islam jika orang-orang di sekitarnya menghujat, terutama pasca tragedi yang meruntuhkan menara kembar World Trade Centre dan sebagian gedung Pentagon. Pembelaan itu, misalnya, dilakukannya di hadapan publik, saat tampil bersama Ali dan puluhan selebritis Amerika, dalam acara bertajuk “America: a Tribute to Heroes” untuk memperingati tragedi 11 September. Tentang penampilannya itu, Smith mengakuinya sebagai “pertama kalinya dalam hidup ia melakukan sesuatu yang penting.”

Dari atas panggung, Smith berkata lantang, “Orang ini manusia paling terkenal. Dia salah satu pahlawan terbesar di jaman kita, dan dia muslim,” katanya sambil memegangi pundak Ali. “Adalah kebencian yang mendorong tindakan keji 11 September, bukan agama. Dan pasca peristiwa ini, sangat tak pantas membalas kebencian dengan tindakan balas dendam yang membabi-buta. Saya dan Ali ingin mengingatkan Anda soal ini,” ucap Smith lagi.

Dalam berbagai wawancara dengan media massa, Smith selalu mengumbar kekagumannya pada keberagamaan Ali, dan pancaran pengaruh yang dirasakannya. “Setelah mengakrabi Ali, keyakinanku makin kuat, bahwa hubungan beragama harus langsung dengan Tuhan, bukan bergantung pada pendeta, ulama atau rabbi. Ini juga melecutku untuk menjadi hamba Tuhan sejati. Aku percaya kepada Tuhan sebagaimana umat Muslim, Kristen, Yahudi dan seluruh manusia suci beriman kepada-Nya,” kata Smith.

Tentu, hanya Tuhan dan hati lelaki yang bercita-cita menjadi Presiden pertama Amerika berkulit hitam ini, yang mengetahui hakikat keberagamaan dirinya. Begitu pun, pasca pengembaraannya dalam samudera spiritualitas Ali, Smith menghendaki hidupnya lebih bermanfaat, bukan sekedar menjadi aktor yang puas dengan penghargaan Oscar, atau penyanyi yang cuma mengejar piala Grammy. “Kuingin dunia berubah karena kehadiranku. Bolehlah aku dituding gila, pengkhayal, atau utopis, tapi kuingin keberadaanku membuat manusia lain hidup lebih baik,” kata Smith. Mudah-mudahan.

Pengikut